Boru Simanjuntak

A place to keep in touch with me

Hey there! Thanks for dropping by Theme Preview! Take a look around
and grab the RSS feed to stay updated. See you around!

MA…

Cerita dari milis tetangga:

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria
berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya
menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah
mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai
orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan
merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan
jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang
tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan
wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus
berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya,
sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu,
umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang
tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena
gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang
menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia
memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu
keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci
anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya
yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah
ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat
terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian
memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka
satu-satunya.

Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,
perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota ,
reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi.
Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut
secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan
permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan
anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk

membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia
sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan
banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan
kota ini,

tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan
sangat sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk
meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia
memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan
terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya.
“Walaupun ia kelak

bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang
berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar
bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena
telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu
bersama dalam

menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak
kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.
Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain.
Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan
kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana,
ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

==========000000000 0======== ======

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah
menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang
dan malam,

untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di
sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua
pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup
berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena

ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak
pernah mengeluh dengan pekerjaannya?

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras.

Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak
tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan
telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama
ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke
sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk
membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb
terdiri dari

obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu
hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun
lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin,
karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum
terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus
berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah
menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari
alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.

Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil
sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang
tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan.
Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha
tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan
kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh
anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang
sedang dilakukan oleh sang ibu???.

==========000000000 0======== ======

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak
yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya.
Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain
bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”
(terjemahannya “Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja
sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang
hari.

Hari2

mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak
terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam
hari. Ia tahu

ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia
berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya
selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera
menolak setelah

pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak
terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak
keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari
rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan
tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?” tanya

sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang
anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli
jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.
Ketika

menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan
uang itu? Bukan mencuri kan ?”. “Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini
adalah hari

ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama

sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang
jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit,
tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini.
Ia akan

marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari.
Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam
tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya.
Jam tangan

ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang

untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah

ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya
telah mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah
ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun
ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang
anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya
begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus
melakukannya, demi kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju

ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.

“Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya

yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk
menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko,
memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti
nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak
tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan
jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul
siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya..
Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya
pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk
mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu? .”Maafkan saya, Nak.”

“Tidak Bu, saya yang bersalah”??? ..

===========000= ========= =======

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah,
tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih
akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota , dalam sebuah
kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri.

Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua
biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik
tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka
begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

===========000= ========= ========

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh.
Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan
yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya.

Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan
solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya
kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya
berkeliling kota , bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira
sekali, menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan
mereka. Untuk

sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak.

Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin
dengan ibu. “Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak” kata ibu.

“Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa

bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang
untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja
lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang

ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya
sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang

anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan
kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya,
sang anak menolak. “Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak
sang anak

dengan nada yang polos.. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu
berkata “Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah,
kakek dan nenek akan bermain bersamamu.” “Tidak, aku tidak mau mereka.
Saya hanya mau

ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau

saya lagi”, sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb
tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 “Kalau ibu
sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”. Sampai pada akhirnya, ibunya
memaksa dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah
disini”, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak
anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan..

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya
begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak
diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat
anaknya dengan baik.

Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia
telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta..

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk
memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa
anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus
hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera,
niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

============ 000====== ===

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain,
mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun
tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.

Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak
pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal
ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan
setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan
ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang
sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil
menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini
telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada
yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa,
ia duduk di depan rumah tsb, menangis “Ibu benar2 tidak menginginkan
saya lagi.”

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah
mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi
tidak ada kabar.

Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.
Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari
ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya.
Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik
mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang
tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat
anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2
imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis
ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah

pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila

kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.

Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya
memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon
agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana . Tetapi ia
pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk

dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari

tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

============ 000====== ========

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki
bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan
ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang
anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi
hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama
dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil,
di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak
berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua
sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan
lemah “Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?”

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak
disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah.
Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang
selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk
pengemis tua itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu
bertanya, “Apakah kamu ??..(nama anak itu)?” “Benar bu, saya adalah anak
ibu?”.

Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi
bumi???.

Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya
menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus
mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya.. Sebagian orang
menganggapnya sebagai orang gila?.

============ 000====== =======

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu
bahkan rela mengorbankan nyawanya?..

Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah

aku sebagai gantinya.

2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda,

diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan
nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi

“Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini”

++++++++++++ +++++++++ +

Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini),

ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2.

Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda,
telponlah dia malam ini juga, just to say “hello”. Catatlah hari ulang
tahunnya, rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan
favoritnya, dst.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

20 Responses to “MA…”

  1. dianti agustina IIBa says:

    I am feel glad 2 read this story. After i read this story I have know about responsibility, independent and honest that’s always my mom do to me. And know I really love my mom whenever we always have quarell. and I dont want make my mom disapointed with me. I want make her happy forever have daughter like me,,
    I hope that,,,

    Reply

  2. Benhawerd Simanjuntak says:

    Wah kisahnya sangat menyetuh hati,tapi apakah jaman sekarang ini ada ibu dan anak yang seperti itu ??
    yang kasih sayangnya tak tergantikan oleh apapun,bahkan setetes air susu ibu belum tentu kita bisa membalasnya dengan harta yang kita miliki.akan teteapi jika di lihat di kehidupan saat ini sungguh sangat jauh perbedaan kasih sayang seorang ibu dan anak.muda2han setiap orang yang membaca blog ini bisa memjadikan kisah ini jadi pedoman.agar bisa menyangin anak atau pun ibunya sendiri.

    Good Luck Boru Simanjuntak

    Benhawerd Simanjuntak M15

    Reply

  3. iiend says:

    Bu saya terharu lho baca cerita ini, langsung teringat dengan mamak saya yang berada jauh di Pontianak, saya berfikir hingga saat ini belum ada yang bisa lakukan untuk membahagiakan beliau, apakah saya berdosa ??

    Reply

  4. borjun says:

    I love this story because it reminds me to my own mother. Sometimes or most of the time I forget her due to my routines as a mother. After I read this, I made a call and asked how she was. It was touchy…
    and from the talk with her I found out that is there thinking and praying for me and my family…

    Reply

  5. Lumy says:

    It was very touchy… I hope I could do the best to my mom and dad while they are alive. But, the burden of mine also still very hard to bear of. Oh Lord, Give them longer time to live so as they can see and feel the joy of my success in the future. I hope I could achieve it in very near time ! I want to fulfill all of your dream. all of your wishes.. I hope I Can and I am sure I can. Just wish me luck.. to pay ” upa ni lojami” ..

    Reply

  6. rachmawati 2 BA says:

    for my beloved lecturer (Mrs.Tiur)

    I’m interesting to read your story about the poor girl and the charming prince……
    i believe in this world nothing is impossible
    so let’s do anything that you can do with your skill and ability
    and don’t stop to hope/dream as long as you can

    thanks

    Reply

  7. devya 2 BA says:

    for my lecturer…..
    thanks for your stories……I AM SO GLAD…

    BECAUSE in this life we never look someone from richness, but we must look someone from his or her’s kind.
    we must positive thinking ……..everyday…

    I think that’s all…..for my comment..
    thank you,,,,,

    Reply

  8. mugi 2 BA says:

    dear, my lovely lecture……..
    After I have read about your story,I am really sad about it. You are certainly right mam. A mother is a precious person in the world. She can understand myself,makes me happy,supports all my activities and always love me. UnfortInately i can hug my mother again by my hand. My mother was died. I really feel so bad without her present. I really want to make her’s dream come true. Now, it is useless. I really2 miss my mother so much. I regret why I have to live alone without mom. I am very envy about my friend’s approach with her mom. I wish, God can apologize all her sin and give her a best place,in heaven. I always pray about it

    Reply

  9. borjun says:

    Mugi, Cheer up, you still have family and friends who are with you and love you. I am sorry to hear that your mother passed away. Her presence is still with you within your good memories about her.
    Hope you will be alright.

    Reply

  10. borjun says:

    Great Dianti, Rachmawaty and Devvya. Yes you are right that we have to see everything in positive way because it will make us strong and be a fighter.
    Best Regards

    Reply

  11. heru 2ba says:

    to my lovely lecture……………………………….

    i think love doesn’t look richness or poorness

    but love can look from our sincerely………

    if the man love the girl,he must resist her because of his love.

    Reply

  12. agit 2BIA says:

    for my best lecturer
    Your article is very great. i get so many lessons from it. I realize that.. being a good mother it is not easy. I admit that it needs a high sacrifice.
    In my point of View, my mother is a hero. Same like that article my mother always loves me very much. She sometimes mads at me. If I have done a mistake, she will remind and try to improve it. I really love my mother very much.
    I can not imagine what can I do without a mother besides me. As a child, I will do anything to make my mother happy. If I were in that situation, I would do the same thing. Although my mother lives in old age, I still always love her. I will obey her rule,keep her well,and make her dreams come true.
    So, let make our mother happy all day.
    I think that is all for my comment. Thank you for your chance.

    Reply

  13. borjun says:

    Thank you Agit and Heru. I am glad that this article has meaning in ur life.

    Reply

  14. intan pramita sari 2BA says:

    Dear my lovely lecture,
    Mam, after reading your story makes me remember to my parents, and I feel that I am realy sinful to my parents specially my mother…suddenly I remember that my mother has struggled hard to grow me up, and I know that I haven’t done anything that can make her pround of me…when I was Child, she was often angry to me because I was naughty daughter, and she often punished me also. You know mam, I hated my mother very much when I was still child because she was often angry punished me, but my father always advised me, he always said “Intan, your mother isn’t grazy. She did it because you are wrong, and it’s for your self have in order you don’t do it again”. I have been adult enough now. I have realized that my mother is often angry to me because she loves me very much, and your story makes me realize it more. you are right mam a mother is a precious person in the world. You know mam, I am one of lucky person in the world because my mother still lives and I am still be able to show her that I loves her very much, too. Thank you very much for your story mam because your story adds my spirit me to become pround daughter for my mother.
    I think that is all for my commet. I hope you can correct my grammar in order that I can be better, and Thank you very much for your cahance.

    Reply

  15. dear Mam Tiur,
    that`s a great story i`ve ever read…The best mother is a mother who always try to make her chlidren happy.I just wanna ask about this case.Mam,when a child has made a decision in his/her life,is it true for a mother to make it fail?is it true that mother makes her decision for her chlidren`s life without asking her children`s choice or feeling?what is the best solution for this case?is it great that her children must obey her decision because of her position as a mother?
    best regards,

    Reply

  16. Andi Victora 4MEA Mechanical Engenering says:

    This article is very great…!!!
    SPIRIT……!!!!!!

    Reply

  17. ARIO PRATAMA 2 BA says:

    Wow this story really touched my deep heart!!!
    I think the main point can we get from this story are became a responsible person,and always hard work if we want to be better in this life.And for all of mother in this world,i really aprecciate your struggle and your care for your children.

    Reply

  18. Rendy Destian.P 4MEA says:

    wah kisahnya qo sangat dalam bagi anak mahasiswa jaman sekarang,, kayak”nya mam seorang pecita novel sejati.,,

    Reply

  19. BARLIAN 4 MEA says:

    I like this story and I sad after that I reading your stori.

    Reply

  20. M. fikri Rohim says:

    I love my mother very much………..
    having mother is worth than everything. sometimes I also confuse of my self. caring and helping others but leaving my mother. cause of my daily activity I usually home at night without thinking about her…………
    I love you mom

    Reply

Leave a Reply